COLOR
PALETTE
#003399
#FDEB09
#049347
#000000
#FFFFFF

MAKNA LOGO

SALIB
Salib melambangkan Kristus sebagai Guru Sejati, yang melalui penderitaan-Nya menunjukkan jalan menuju kemenangan dan sukacita. Warna putih pada salib mencerminkan terang, kejernihan, dan kegembiraan. Salib berwarna putih juga menjadi gambaran bahwa proses belajar dan menuntut ilmu bukanlah sesuatu yang mudah. Ada kesulitan, tantangan, dan usaha yang berat. Namun demikian, di balik perjuangan itu terdapat kebahagiaan, pencerahan, dan pertumbuhan diri. Dengan demikian, salib putih mengingatkan bahwa setiap perjalanan belajar, meskipun penuh rintangan, tetap membawa sukacita dan makna bagi kehidupan.
BENTUK DASAR
Bentuk dasar berupa perisai empat persegi panjang dengan sisi-sisi yang melengkung keluar, berpola kontur putih yang melambangkan nilai kebenaran dan keadilan. Perisai ini menggambarkan sikap institusi yang selalu teguh dalam mempertahankan kebenaran, menjunjung tinggi kebaikan, serta memberikan perlindungan bagi seluruh warganya. Kelengkungan pada sisi-sisinya mencerminkan dinamika dan kesiapan untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memperluas wawasan. Namun, perkembangan tersebut tetap dijalankan dalam kerangka keseimbangan dan keserasian, selaras dengan batas-batas moral yang berlandaskan nilai kebenaran dan kebaikan. Dengan demikian, perisai ini menjadi simbol komitmen institusi untuk bertumbuh tanpa meninggalkan prinsip luhur yang menjadi fondasinya.
BUNGA LILI GEREJA
Di depan latar Salib tampak sekuntum bunga lili gereja yang sedang mekar, berwarna putih bersih. Bunga lili, yang sejak lama menjadi simbol kemurnian, harapan, dan kesucian, melambangkan cita-cita luhur yang hendak dicapai melalui pendidikan. Kuntum putih yang mekar ini menggambarkan usaha dan harapan institusi agar setiap peserta didik dapat tumbuh dengan baik, berkembang secara utuh, dan menjadi pribadi yang berguna bagi sesama.
Bunga lili juga menyiratkan pembinaan karakter: lembut namun kuat, sederhana namun bermakna. Dengan salib sebagai latar belakangnya, simbol ini menegaskan bahwa pertumbuhan peserta didik diarahkan tidak hanya pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan budi pekerti yang luhur, moral yang kokoh, serta iman yang menuntun hidup mereka menuju kebaikan.



